5 Jenis Makanan Penambah Berat Badan Janin di dalam Kandungan

Ikan salmon, salah satu makanan penambah berat badan janin di dalam kandungan.
Ikan salmon, salah satu makanan penambah berat badan janin di dalam kandungan.

Siapa, sih, yang tak ingin bayinya lahir sehat dengan berat badan yang normal? Tentu semua orang tua berhadap demikian. Karena itu, untuk mendapatkannya, ibu hamil perlu mendapatkan nutrisi yang cukup, baik itu untuk dirinya maupun janinnya karena bisa dibilang tumbuh kembang janin sangat berpengaruh terhadap keadaan bayi ketika lahir nantinya. Janin yang tidak cukup diberi nutrisi atau kekurangan gizi bukannya tidak mungkin terlahir cacat atau memiliki berbagai masalah kesehatan. Karena itulah, jika ingin janin lahir sehat dengan berat badan yang cukup, Bunda perlu memperhatikan pola makan dan asupan gizi cukup.

Sebenarnya, kalau bicara soal berat badan janin, mungkin Bunda bertanya-tanya idealnya seperti apa. Pada dasarnya, perkembangan janin tidak mungkin terlalu pesat juga. Janin yang tumbuh normal berkembang perlahan, sedikit demi sedikit. Pada usia 16 minggu atau sekitar 4 bulan, berat janin mungkin masih hanya sekitar 100 gram. Tapi, janin yang sehat akan tumbuh sampai sekitar 3,6 kg pada usia 42 minggu. Namun demikian, sebenarnya selama janin masih mencapai berat badan 3 kg sampai usia 42 minggu, hal itu masih termasuk lumrah.

Berat badan janin menandakan janin sehat dan bayi pun nantinya akan lahir dengan kondisi prima. Bagaimana caranya supaya bayi lahir dengan berat badan ideal? Tentu yang perlu diperhatikan adalah nutrisi untuk janin yang bisa didapat melalui makanan,vitamin, dan suplemen. Nah, kali ini, Bunda perlu tahu makanan penambah berat badan janin di dalam kandungan yang tentunya baik juga untuk kesehatan Bunda.

  • Ikan salmon

Ikan salmon kaya akan omega 3 yang sangat baik untuk perkembangan sel otak 3 bayi. Ikan yang biasa disajikan dalam sushi ini dipercaya dapat mencerdaskan bayi dengan mengoptimalkan fungsi otaknya. Selain itu, karena tinggi protein, ikan salmon juga ampuh menambah berat badan janin. Dalam sehari, Bunda disarankan mengonsumsi 90—100 gram protein agar berat janin meningkat. Yang pasti, jangan dimakan mentah seperti sushi, ya, karena khawatir akan ada bakteri yang malah masuk ke dalam janin dan berbalik membahayakan Bunda dan janin.

  • Daging tanpa lemak

Bunda, ibu hamil memang perlu lemak. Tapi, bukan lemak dari daging yang merupakan lemak jenuh, ya, melainkan lemak tak jenuh seperti yang terkandung dalam buah alpukat. Namun, sebenarnya konsumsi daging tanpa lemak pun disarankan jika ingin menambah berat badan janin di dalam kandungan.

Daging sapi atau daging ayam adalah pilihan yang disarankan. Keduanya merupakan sumber protein hewani yang juga kayak akan zat besi dan vitamin B. Protein dan zat besi sangat penting untuk perkembangan otak dan otot bayi, Bunda. Tapi, perhatikan juga porsinya karena seminggu jumlah yang disarankan hanya 225—300 gram daging sapi atau ayam tanpa lemak. Supaya bunda juga tetap sehat dan bertenaga, menu makanan ini bisa divariasikan juga dengan tahu dan tempe, ya.

  • Buah-buahan

Buah-buahan yang penting untuk perkembangan berat badan bayi adalah pisang, apel, alpukat, dan mangga. Semuanya mengandung protein, vitamin, lemak tak jenuh, serta kalori yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang janin. Selain itu, Bunda juga bisa mengonsumsi buah-buahan kering seperti beri dan aprikot untuk menjadi sumber gula alami yang baik sebagai penambah energi Bunda dan tentunya menambah berat badan janin.

  • Sayuran hijau

Sayuran hijau tak hanya bisa menyehatkan Bunda, tetapi juga menambah berat badan janin. Sayuran seperti brokoli, sawi, dan bayam yang tinggi asam folat dan kolin sangat baik untuk Bunda dan janin. Asam folat dapat mencegah cacat lahir pada bagian otak dan sumsum tulang belakang bayi, sedangkan kolin dapat membantu Bunda tidur nyenyak pada malam hari dan mempercepat pertumbuhan jaringan janin.

  • Telur

Mengonsumsi satu butir telur rebus per hari juga banyak manfaatnya untuk Bunda dan janin. Telur rebus mengandung protein, kalori, serta vitamin A dan B kompleks yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang janin. Selain itu, telur juga mengandung asam amino esensial yang kandungannya tak akan hilang saat direbus.